14 Anime Terbaik yang Bertema Isekai

Satu dari beberapa genre anime yang belakangan ini begitu populer adalah isekai. Isekai, secara harfiah bisa diterjemahkan sebagai “dunia lain”, disebut-sebut sebagai subgenre dari genre yang cakupannya lebih luas, yakni fantasi. Secara garis besar, anime yang mengusung genre ini bakalan menceritakan tokoh sentral yang terlempar ke dalam semesta alternatif, baik aktual maupun virtual.

Nyaris setiap tahun, banyak rumah produksi merilis serial anime yang diadaptasi dari sebuah light novel atau manga isekai. Tema ini kerap hadir dengan balutan aksi, komedi, serta enggak jarang didominasi unsur fanservice yang terselubung dalam kemasan genre harem. Dieksekusi lewat struktur konsep serta plot cerita yang unik dan inovatif, setiap anime isekai tampil dengan ciri khasnya masing-masing.

De, inilah 14 Anime Isekai Terbaik yang Wajib Ditonton:

14. Isekai wa Smartphone to Tomo ni


Ada-ada aja ide bangsa Jepang dalam menciptakan sebuah karya. Salah satu yang paling gila adalah anime ini. Konsep awal ceritanya dimulai ketika Touya Mochizuki, 15 tahun, tanpa sengaja terenggut nyawanya oleh Tuhan. Sebagai bentuk permintaan maaf, Tuhan kembali menghidupkannya. Namun, bukan ke dunia asalnya, melainkan ke sebuah dunia fantasi yang benar-benar berbeda.

Touya setuju asalkan dia dibolehin membawa satu barang ke dunia tersebut, yaitu smartphone miliknya. Setelah mencapai kata “setuju”, ternyata Tuhan juga memberi “bonus” berupa modifikasi perangkat seluler tersebut. Bukan sembarang bonus, karena dengan menggunakan smartphone-nya ini, Touya jadi punya kekuatan magis yang membuatnya jadi OP dibanding entitas lain yang udah lebih dulu hidup di semesta itu.


Touya hidup enak di dunia ini. Dia bisa dengan entengnya melancarkan rapalan atau jurus apa pun yang dia mau. Ujung-ujungnya, sih, seperti yang bisa lo tebak, remaja ini dikerubungi banyak cewek yang mengidolainya. Yap, ada unsur harem dalam anime ini. Fanservice-nya juga lumayan banyak.

Anime berjumlah 12 episode ini diangkat dari web novel hasil ilustrasi Eji Usatsuka dan dikarang oleh Patora Fuyuhara. Kalau lo udah pernah nonton KanoSuba, premisnya kurang lebih seperti itu. Level komedinya memang enggak sepecah anime tersebut, tapi In Another World with Smartphone tetap bisa jadi pilihan buat lo yang lagi pengen asupan serial isekai yang lebih ringan namun tetep menghibur.

13. Blood Lad

Staz Charlie Blood adalah salah satu bos vampir paling disegani di wilayahnya. Uniknya, berbeda dengan spesies vampir yang lain, dia justru enggak doyan memangsa manusia. Makin ajaib karena bos vampir ini malah lebih suka ngoleksi berbagai produk kultur pop buatan mereka, mulai dari video game, manga, sampai action figure. Dengan kata lain, Staz adalah vampir otaku. Kehidupannya makin berwarna sekaligus runyam ketika seorang gadis manusia terdampar ke dunianya.

Dengan kadar banyolan yang lebih ngena satu tingkat di In Another World with Smartphone, serta kandungan harem yang sedikit direduksi, terciptalah anime ini. Lawakan paling mantap adalah ketika muncul referensi mengenai suatu anime serta manga yang populer. Sekuens pertarungan antara kaum vampir dengan bangsa werewolf juga tersaji seru dan keren abis.


Blood Lad sebetulnya enggak benar-benar mengandalkan subgenre isekai. Lagipula, hanya pada awal cerita ketika Yanagi Fuyumi, gadis manusia tersebut yang bukan tokoh utama, terlempar ke dunia lain. Anime ini baru berjalan semusim doang dan kepastian akan produksi musimnya yang kedua masih remang-remang hingga sekarang.

12. Isekai Shokudou


Satu lagi anime unik berkonsep isekai. Diceritakan bahwa terdapat sebuah restoran yang beroperasi di suatu distrik di kota di Jepang. Enggak ada yang aneh dengan restoran yang menyajikan hidangan Barat bernama Youshoku no Nekoya ini. Umumnya, para pelanggan berasal dari kalangan pegawai kantoran. Namun, tepat pada hari Sabtu, restoran ini tutup demi mengakomodasi konsumen dari dimensi lain yang meliputi peri, manusia setengah binatang, atau pun makhluk mistis dan fiksional lainnya.

Kuro dan Aletta, dua pramusaji yang biasanya tampil reguler di hadapan manusia, khusus pada hari spesial tersebut menampilkan wujud asli mereka. Keunggulan serial ini enggak lain dan enggak bukan adalah menu hidangannya. Mulai dari proses pembuatannya, cara penyajiannya, hingga ekspresi makhluk-makhluk multidimensional tersebut ketika menyantapnya. Semua ini ditunjukin dalam visual yang elegan, indah, sekaligus menggugah.


Silver Link, selaku studio produksi, sangat memerhatikan detail-detail kecil yang tampak remeh tapi ternyata punya impak yang signifikan ketika ditata dengan penuh perhatian. Gaya art setiap karakter dan sederet hidangan pun terlihat serasi dengan dominasi corak warna yang lembut dan hangat. Kalau lo lemah iman, jangan nonton anime ini pas lagi puasa, deh. Kalau udah waktunya santap sahur atau berbuka, anime ini bisa jadi tontonan pendamping yang “barokah”.

11. InuYasha


Inuyasha juga enggak boleh dilupain ketika membahas anime isekai. Jika Sword Art Online disebut-sebut sebagai lokomotif utama yang berjasa memopulerkan subgenre ini di masa sekarang, Inuyasha adalah salah satu anime yang memrakarsai serial isekai pada generasi sebelumnya.

Kisahnya, Kagome Higurashi terlempar ke zaman Sengoku Jepang melalui sebuah sumur yang ada di kuil keluarganya. Di dunia tersebut, dia bertemu dengan Inuyasha. Keduanya pun melaksanakan tugas suci yang berbahaya untuk mengumpulkan pecahan bola arwah. Kagome diceritakan kerap “pulang-pergi” dari dunia modern ke dunia fantasi tersebut. Tentu ini bukan hal yang mudah bagi seorang gadis remaja berusia 15 tahun. Akan tetapi, Kagome bukanlah cewek sembarangan.


Kesan indah serial ini semakin berbekas berkat salah satu lagu ending-nya yang berjudul “Fukai Mori”. Beuh, dijamin, lo langsung merinding pas denger genjrengan gitarnya. Apalagi lengkingan suara sang vokalis, Tomiko Van, ketika mempersembahkan bagian reff.

10. Re:Zero kara Hajimeru Isekai Seikatsu


Setelah sekian lama mengurung diri di kamar, Natsuki Subaru melangkahkahkan kaki menuju minimarket terdekat. Begitu dia keluar, dia langsung berada di sebuah dunia yang sangat asing. Di sana, dia bertemu dengan seorang cewek bernama Satella yang meminta bantuan untuk mencari benda miliknya. Malamnya, Subaru dan Satella tewas mengenaskan. Akan tetapi, dia terbangun dan kembali ke tempat mula dia terlempar ke dunia ini.

Adalah hal yang wajar ketika serial isekai bersinggungan dengan unsur time travel. Hal yang membuatnya jadi spektakuler adalah Re:Zero merupakan salah satu anime terbaik dalam dua kategori tersebut.


Seperti halnya Okarin dalam Steins;Gate, dalam anime ini, penonton juga diajak untuk terus merasakan beban psikologis Subaru yang enggak berkesudahan. Biar begitu, sesekali Re:Zero tetap menawarkan adegan kocak dan mengharu biru yang efektif bikin penontonnya rileks dan lupa akan nestapa yang diderita sang tokoh utama.

09. Youjo Senki


Tanya von Degurechaff adalah seorang prajurit kecil berusia 9 tahun yang disegani di medan perang. Dia sadis, beringas, dan brutal tatkala menghabisi lawan-lawannya. Ternyata, tubuh gadis kecil tersebut didiami sesosok jiwa penentang “Tuhan”. Dulunya, dia merupakan salah seorang pegawai yang tewas terbunuh oleh mantan rekannya. Karena dia enggak mau ditransfer ke alam baka, “Tuhan” mengirimnya ke sebuah dunia alternatif yang tengak dikecamuk perang.


Dari deskripsi tersebut, lo bisa nebak bahwa rating anime ini mustahil berlabel “Bimbingan Orang Tua”. Nyatanya, The Saga of Tanya the Evil bukan anime isekai standar yang sekadar mengusung tema cinta dan persahabatan. Ada banyak ceceran darah dan desingan peluru sepanjang aksinya dalam latar Perang Dunia. Adalah fakta langka dan menakjubkan bahwa hingga 2017 kemarin masih ada anime seinen yang dengan lantangnya berani menawarkan konten kekerasan berbalut muram dan kelamnya peperangan.

Download Youjo Senki

08. Hataraku Maou-sama!


Bukannya kembali ingin bersikap mainstream. Namun, memang udah “kodratnya” bahwa serial anime isekai harus akrab dengan tema cinta dan persahabatan. Jika posisi puncak pada artikel bagian pertama dihuni oleh Sword Art Online, pada daftar kali ini Hataraku Maou-sama! menjadi rajanya. Anime menawarkan perspektif unik bukan hanya di lingkungan isekai, tapi juga lingkup anime secara keseluruhan.

Tersebutlah sang Demon Lord Satan yang berniat menaklukkan dunia para pahlawan, Ente Isla. Akan tetapi, dia menderita kekalahan yang masif. Ngerasa terpojok, dia melarikan diri lewat sebuah portal dimensional. Sayangnya, portal ini malah membawa dia ke negeri Jepang era sekarang. Alih-alih membuat bangsa modern bertekuk lutut kepadanya, dia justru terpaksa bekerja menjadi pegawai paruh waktu di sebuah restoran waralaba fiktif, MgRonald’s. Mengusung identitas baru bernama Sadao Maou, dia dan seorang pengikut setianya mulai berjuang mengais pundi-pundi yen.


Hataraku Maou-sama! adalah balada seorang raja iblis yang teraniaya. Kehidupannya menjadi seorang manusia biasa sungguh mengenaskan, tapi dibawakan dengan sangat jenaka. Premis ceritanya segar. Hampir setiap adegan komedi yang dilancarkan juga tetap sasaran. Dinamika yang terjadi pada masing-masing karakternya diceritakan dengan sangat brilian.

07. Gate: Jieitai Kanochi nite, Kaku Tatakaeri


Saat tengah menghadiri sebuah acara doujinshi di Tokyo, Itami Youji, 33 tahun, dikejutkan oleh kemunculan sebuah portal (atau gerbang) misterius tepat di tengah kota. Belum reda keterkejutannya, berbagai makhluk supranatural dan prajurit Abad Pertengahan menyeruak dan menyerang kota.

Beruntung, sebuah pasukan pertahanan bernama Japan Self-Defense Forces berhasil membendung sekaligus memukul balik mereka. Tiga bulan berselang, sebagai bagian dari unit pasukan khusus tersebut, Itami ditugaskan menyelami sekaligus meneliti isekai di seberang portal raksasa itu.


Ada elemen sosial dan politik yang cukup kentara dalam anime ini. Youji yang ditugaskan berdiplomasi dengan stakeholder di dunia ini malah terjerumus lebih jauh. Dia juga ikut campur dalam urusan kerajaan orang-orang di sana. Namun, mungkin memang udah takdir. Youji pun mesti mengemban tugas enggak hanya menyelamatkan Jepang, tapi juga mengakhiri konflik perang saudara di dunia yang asing tersebut.

06. Overlord


Ketika sebuah game berhasil memberi pengalaman serta kesan menakjubkan yang tertancap dalam, seseorang bisa jatuh cinta dan rela mendedikasikan hidup mereka untuk terus memainkannya. Itulah yang terjadi pada Momonga, karakter utama dalam serial ini. Suatu ketika, server game MMORPG favoritnya, Yggdrasil, dimatikan. Singkat kata, dia terjebak dalam semesta virtual tersebut.

Kata “terjebak” sepertinya kurang cocok menggambarkan kondisi Momonga. Dia justru bahagia dan memilih terus melanjutkan hidupnya di sini. Toh, hidupnya di dunia nyata sama sekali enggak berguna dan membosankan. Apalagi, dalam game ini, Momonga memainkan karakter dengan kekuatan serta kuasa yang nyaris paripurna. Dia bisa mengatur segala kehidupan dan menyusun tatanan hukum seenak jidatnya.


Serial yang diangkat dari light novel ini masih berlangsung hingga sekarang. Santai, meski nuansa art-nya cenderung gelap, anime fantasi ini juga dibalut genre komedi. Jadi, lo bakal terpingkal-pingkal, deh!

05. Angel Beats!


Setelah meninggal, Yuzuru Otonashi terlahir kembali menjadi seorang siswa baru di sebuah sekolah “alam baka”. Sekolah ini tampaknya jadi semacam tempat persimpangan bagi remaja yang meninggal dengan tragis sebelum melanjutkan perjalanan ke kehidupan berikutnya.

Di tempat yang asing namun terasa familier ini, dia diajak bergabung oleh Yuri ke sebuah organisasi pemberontak. Organisasi ini berjuang melawan “Tuhan” atas kehidupan pahit yang harus mereka derita. Musuh utama organisasi ini adalah Angel, seorang gadis berkekuatan dahsyat yang berperan sebagai perpanjangan tangan “sang Tuhan”.


Suasana dalam kelas yang dipenuhi oleh manusia sejenis Yuri dan Otonashi serta para “NPC” ini banyak dibumbui adegan humor slapstick serta komedi ringan ala slice of life. Kemudian, bak roller-coster yang menukik tajam, Angel Beats! dalam sekejap bisa menyajikan adegan memilukan mengenai kisah traumatis tiap-tiap karakternya. Ending-nya emang kurang gereget, tapi secara keseluruhan, Angel Beats! lebih dari layak buat masuk daftar anime isekai terbaik.

04. No Game No Life


Sora dan Shiro adalah duo pelaku hikikomori yang punya reputasi cemerlang dalam dunia game dengan mengusung nama Blank. Apa pun jenis gamenya, kakak beradik ini pasti bisa memenangkannya. Suatu ketika, mereka mendapat tantangan untuk bertanding dalam game catur. Seperti biasa, mereka menang.

Hanya aja, sesosok “dewa” yang berada di balik game tersebut melempar mereka ke dunia virtual yang dipenuhi aneka macam game. Bukannya takut, mereka justru berantusias dan bertekad mempertahankan supremasi mereka sebagai gamers invincible.


No Game No Life menawarkan dunia fantasi uniknya tersendiri. Bakan bakar utamanya adalah unsur komedi yang mendominasi tiap episodenya. Tentu aja perjalanan mereka untuk menantang Tet, Dewa Permainan, semakin meriah berkat keterlibatan karakter lain yang enggak kalah telotet daripada mereka.

03. Kono Subarashii Sekai ni Shukufuku wo!


Lagi cari anime isekai yang lebih menitikberatkan pada genre komedi, jauh dari kata serius, serta bertabur bumbu-bumbu fanservice? Kalau begitu, KonoSuba cocok buat lo. Anime ini mengetengahkan seorang pelaku hikikomori, Kazuma Sato, yang mati konyol dan bereinkarnasi di dunia paralel yang lingkungannya kental dengan elemen MMORPG.

Dia bertemu dan berkongsi dengan tiga gadis seksi bernama Aqua, Darkness, dan Megumin. Masing-masing memancarkan aura karakteristik yang unik (kalau lo enggak mau bilang absurd dan ajaib). Bersama tiga gadis sengklek itu, hidup Kazuma di dunia malah makin enggak karuan.


KonoSuba jadi seru lantaran banyak banget fenomena standar yang dibikin kocak serta diparodikan. Sekilas pandang, awalnya mungkin lo ngira bahwa KonoSuba bakal jadi anime isekai dengan kualitas generik yang membosankan. Padahal, justru sebaliknya.


Dengan nonton episode perdananya aja, lo dijamin bakal ketagihan dan enggak bisa berhenti sampai kelar namatin 20 episodenya yang terbagi dalam dua musim. Enggak diraguin lagi, KonoSuba adalah salah satu permata tersembunyi yang begitu ditemukan bakal senantiasa memancarkan kemilau yang sulit lo lupakan.

02. Log Horizon


Anime yang diadaptasi dari light novel ini menceritakan kehidupan tiga gamers bernama Shiroe, Naotsugu, serta Akatsuki. Mereka terjebak bersama sekitar 30.000 pemain lainnya dalam sebuah MMORPG bernama Elder Tale yang mengalami kendala serius dalam proses updating-nya. Sejak saat itu, dimulailah petualangan seru mengarungi dunia virtual dalam wujud avatar mereka.

Elder Tale memang menawarkan lingkungan artifisial yang seru, namun juga rumit. Masalah timbul ketika para pemain di dalamnya menjalani hidup tanpa ada aturan baku. Ada proses adaptasi panjang yang harus mereka lalui. Sangat menarik menyaksikan Shiroe bersama-sama para pahlawan kuat lainnya mencoba membangun sistem baru yang efektif dan dapat diterima oleh semua pemain.


Mustahil lo menyaksikan Log Horizon tanpa teringat pada anime berbasis MMORPG lainnya yang lebih populer, yaitu Sword Art Online. Anime ini berdiri pada premis serta plot awal yang hampir sama. Yah, tetap ada, sih, bedanya.

01. Sword Art Online


Terlepas dari nada-nada sumbang yang menganggapnya sebagai anime overrated, Sword Art Online (SAO) tak dimungkiri merupakan lokomotif utama yang memopulerkan anime isekai di masa kini. Enggak sedikit pula yang memosisikannya sebagai pamuncak dalam daftar mereka.

Konflik yang dihadirkan dalam anime ini selaras dengan konsep gila yang para pemirsa damba-dambakan. Seorang gamer sejati berjuang hidup mati di dunia virtual, menjalin asmara dengan gadis paling cantik, serta berhasil keluar dari game tersebut dengan status pahlawan. SAO dibangun dalam dunia yang megah, ekspansif, serta indah dan fantastis.


Petualangan SAO berlanjut dan dikembangkan ke dalam sekuel, film, hingga beberapa judul video game lintas-platform. Saat ini, serial spin-off berjudul Gun Gale Online tengah mengudara dan menuai decak kagum dalam kadar yang mungkin menyamai seri orisinalnya.

Kalau dipikir-pikir, membludaknya subgenre isekai memang berkontribusi pada jenuhnya pilihan tontonan yang bisa kita ambil. Di sisi lain, selama kita selektif dalam memilih, justru kita akan mendapat serial anime yang mungkin aja punya kualitas tinggi. Bukan hal yang mudah, loh, menggali harta karun dari sebuah subgenre yang udah terlalu sering dieksploitasi secara ugal-ugalan kayak isekai ini. Tentu aja masih banyak anime isekai lain.

Nah, dari tujuh anime isekai yang udah disebutin, mana yang jadi pilihan lo?
Enggak usah malu-malu. Buruan isi kasih tahu rekomendasi lo di kolom komentar yang udah disediain, ya!

Sumber: Kincir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

[+] Emoticons nartzco